Kualitas demokrasi tidak hanya dipengaruhi aturan dan tahapan pemilu, tetapi juga oleh kesiapan aparatur yang menjalankan tugas pengawasan. Ketika aparatur bekerja profesional dan memahami tanggung jawabnya, proses pengawasan akan berjalan lebih optimal.
Kepercayaan publik terhadap pemilu tidak hanya dibangun saat hari pemungutan suara. Kualitas demokrasi juga ditentukan dari bagaimana aparatur bekerja setiap hari—mulai dari disiplin, kesiapan, hingga kemampuan merespons persoalan dengan cepat dan tepat.
Di tengah perubahan zaman yang membuat sebagian generasi muda mulai jauh dari sejarah daerahnya, peringatan ke-77 Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan kembali mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan semangat perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan.
Persiapan pengawasan Pemilu 2029 mulai dilakukan lebih awal. Melalui Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu RI mengajak masyarakat ikut terlibat menjaga kualitas demokrasi sejak prosesnya dimulai, bukan hanya saat hari pemungutan suara.
Pemilu yang berkualitas tidak lahir hanya saat hari pemungutan suara. Jauh sebelum tahapan dimulai, ruang diskusi, edukasi, dan pengawasan partisipatif menjadi fondasi penting agar demokrasi tetap sehat dan dipercaya masyarakat.