Lompat ke isi utama

Berita

Budaya Kerja Sehat Dukung Pelayanan, Bawaslu HSS Gelar Jumat Sehati

Budaya Kerja Sehat Dukung Pelayanan, Bawaslu HSS Gelar Jumat Sehati

Budaya Kerja Sehat Dukung Pelayanan, Bawaslu HSS Gelar Jumat Sehati

KANDANGAN – Menjaga kualitas pelayanan kelembagaan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi, tetapi juga dengan membangun budaya kerja yang sehat. Semangat tersebut diwujudkan Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui kegiatan Jumat Sehati.

Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan kembali melaksanakan program Jumat Sehati sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat dan memperkuat kebersamaan di lingkungan organisasi. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, dengan agenda jalan santai dari Kantor Bawaslu HSS menuju Stadion 2 Desember Kandangan. Penyesuaian jadwal dilakukan karena hari Jumat diberlakukan pola kerja Work From Home (WFH).

Kegiatan diikuti oleh Ketua Bawaslu HSS Hasnan Fauzan, Anggota Bawaslu HSS Henry, serta jajaran sekretariat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran fisik, jalan santai bersama juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antarseluruh jajaran dalam suasana yang lebih santai namun tetap produktif.

Pelaksanaan Jumat Sehati merupakan tindak lanjut atas instruksi Bawaslu Republik Indonesia melalui program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Program ini dirancang untuk mendorong terbentuknya lingkungan kerja yang sehat, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat budaya organisasi sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Ketua Bawaslu HSS, Hasnan Fauzan, menilai bahwa kesehatan dan kekompakan menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.

"Pelayanan yang baik berawal dari sumber daya manusia yang sehat dan solid. Melalui Jumat Sehati, kami ingin membangun semangat kebersamaan agar setiap jajaran dapat menjalankan tugas dengan optimal serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat."

Bagi Bawaslu HSS, membangun budaya kerja sehat bukan hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, komunikatif, dan saling mendukung. Dengan kondisi organisasi yang semakin solid, diharapkan pelaksanaan tugas pengawasan, pencegahan, serta pelayanan kelembagaan dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat.