Lompat ke isi utama

Berita

Tanpa diduga Dua Penghargaan diraih Bawaslu Kalsel

Tanpa diduga Dua Penghargaan diraih Bawaslu Kalsel
\n

Jakarta - Sekaligus 2 (dua) penghargaan direbut Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Selatan dalam malam penghargaan Bawaslu Award yang telah dilaksanakan Jum'at (25/10/2019)

\n\n\n\n

Bawaslu Award Kali ini meliputi 12 nominasi penghargaan antara lain: tata kelola kesekretariatan, tata kelola sumber daya manusia dan organisasi terbaik, kinerja pengawasan, inovasi pencegahan, inovasi pengawasan, penanganan pelanggaran pidana, Gakkumdu terbaik, penanganan pelanggaran administrasi terbaik, mediator terbaik, penyelesaian sengketa terbaik, pelaksanaan fungsi humas dan hubungan antar lembaga, PPID terbaik, penyusunan dan pemberi keterangan terbaik di MK, penghargaan kepada pemantau pemilu/LSM, penghargaan kepada pers/media, penghargaan kepada penyelenggara Pemilu dan penghargaan kementerian/lembaga/perguruan tinggi.

\n\n\n\n
\n\n\n\n

Dalam penghargaan yang telah ada sejak 2014 Bawaslu Kalimantan Selatan Mendapat 2 penghargaan yaitu kategori Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Terbaik Ke-II Tingkat Provinsi dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Terbaik ke-III.

\n\n\n\n

Dikutip dari laman resmi Bawaslu Kalimantan Selatan Ketua Bawalu Kalimantan Selatan Erna Kasypiah Menyampaikan, Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bawaslu Kalsel, baik jajaran Sekretariat ataupun Komisioner, untuk menghadirkan Pencegahan, Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran, serta Penyelesaian Sengketa yang lebih lagi pada Pilkada 2020 nantinya

\n\n\n\n

Penilaian Bawaslu Award 2019 dilakukan oleh Tim Panel Eksternal yang terdiri dari para penggiat pemilu seperti: Erni Andriani (General Election Network for Disability Access /AGENDA), Ahsanul Minan (Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia), Arif Nur Alam (Indonesia Budget Center), Jojo Rohi (Komite Independen Pemantau Pemilu/KIPP). Ada pula Sri Budi Eka Wardani (FISIP UI), Yohan Wahyu (Litbang Kompas), Veri Junaidi (Kode Inisiatif), Kaka Suminta (KIPP), Hanafi (Indonesian Parliamentary Center/IPC), August Mellaz (Sindikasi Pemilu dan Demokrasi), dan Anis Hidayah (Migrant Care). Tim ini dibantu pula oleh pejabat struktural dan tenaga ahli Bawaslu.

\n\n\n\n

Tim panel melakukan nominasi berdasarkan sistem penilaian, rumusan kriteria dan indikator maupun cara penilaian yang telah disepakatri dan dirancang. ini demi menghasilan tingkat akurasi penilaian terhadap para nominator

\n\n\n\n

Dalam acara ini, turut hadir Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD, mantan Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Puspayoga serta jajaran anggota Komisi II DPR.

\n"