Belajar demokrasi tidak selalu dimulai dari ruang kelas.
|
Belajar demokrasi tidak selalu dimulai dari ruang kelas.
Bagi siswa magang di Bawaslu HSS, proses itu justru terasa nyata saat mereka melihat langsung bagaimana pengawasan dilakukan di setiap tahapan.
Dari situ terlihat bahwa demokrasi bukan hanya soal sistem yang sudah dirancang rapi.
Ia sangat bergantung pada sikap kita sehari-hari—apakah kita peduli, kritis, dan mau memastikan informasi yang kita terima benar.
Hal-hal sederhana seperti tidak mudah percaya hoaks, tidak ikut-ikutan, dan berani bersikap objektif ternyata punya dampak besar terhadap kualitas demokrasi.
Sejalan dengan semangat Hardiknas 2026, pendidikan tidak berhenti pada pengetahuan.
Ia tumbuh menjadi kesadaran untuk terlibat, mengambil peran, dan menjaga proses bersama.
Karena pada akhirnya, demokrasi tidak dijaga oleh lembaga saja—
tapi oleh kita semua yang memilih untuk peduli.