Menyiapkan Pengawas Masa Depan: Bawaslu HSS Rekrut Pelajar melalui P2P
|
Pengawasan pemilu tidak hanya berbicara tentang hari pemungutan suara. Lebih dari itu, ada proses panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memahami dan peduli terhadap demokrasi—termasuk dari kalangan pelajar.
Hal ini terlihat dalam kegiatan rekrutmen peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Rabu, 22 April 2026 di SMKN 1 dan SMKN 2 Kandangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun kesadaran pengawasan sejak dini, khususnya bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah melalui bidang kesiswaan menyambut baik dan menerima program tersebut sebagai bentuk edukasi demokrasi bagi siswa.
Anggota Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Henry, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk merekrut peserta P2P dari kalangan pelajar yang telah memenuhi syarat usia.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk merekrut peserta program Bawaslu RI, yaitu program P2P bagi siswa yang sudah berumur 17 tahun. Selain itu, juga dilakukan proses pengkaderan melalui edukasi tentang pengawasan pemilu,” ujarnya.
Melalui program ini, pelajar tidak hanya diperkenalkan pada konsep demokrasi, tetapi juga diajak untuk memahami peran mereka dalam mengawasi proses pemilu. Edukasi yang diberikan menjadi langkah awal dalam membentuk karakter pengawas partisipatif yang kritis dan bertanggung jawab.
Keterlibatan pelajar dalam pengawasan menjadi penting, mengingat pengawasan tidak bisa hanya bergantung pada lembaga semata. Partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi yang lebih baik.
Dengan adanya rekrutmen peserta P2P ini, Bawaslu Hulu Sungai Selatan berupaya menyiapkan pengawas masa depan yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut menjaga proses demokrasi.