Ketua Bawaslu HSS Tekankan Adaptasi dan Kehati-hatian Pengawas Pemilu
|
Hulu Sungai Selatan — Dinamika hukum dan perkembangan modus pelanggaran pemilu menuntut pengawas pemilu untuk terus beradaptasi serta memperbarui pengetahuan. Selain memahami perkembangan regulasi, pengawas juga perlu mencermati tantangan di era digital, termasuk disinformasi atau hoaks dan politik uang digital.
Hal tersebut menjadi penekanan Ketua Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hasnan Fauzan, M.Pd.I, dalam Apel Rutin Pagi Senin yang dilaksanakan di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (19/10/2026).
Dalam arahannya, Hasnan mengingatkan bahwa tantangan pengawasan pemilu semakin kompleks. Perubahan regulasi, sengketa teknis, serta perkembangan modus operandi pelanggaran membutuhkan kesiapan pengawas untuk terus meningkatkan pemahaman dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi.
Ia juga menekankan pentingnya sikap berhati-hati dalam menjalankan tugas pengawasan. Menurutnya, ketelitian dalam menangani prosedur dan menyampaikan pernyataan kepada publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas, netralitas, serta kredibilitas lembaga pengawas pemilu.
Kesalahan dalam penanganan prosedur maupun pernyataan publik, meskipun kecil, dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat pada hasil pemilu. Karena itu, pengawas pemilu perlu memastikan setiap langkah dijalankan secara cermat, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Melalui penguatan pemahaman regulasi, kemampuan beradaptasi, dan kehati-hatian dalam bertugas, pengawas pemilu diharapkan dapat menghadapi tantangan pengawasan yang terus berkembang sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.