Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu HSS Ajak Mahasiswa Berkontribusi melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI

Bawaslu HSS Ajak Mahasiswa Berkontribusi melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI

Bawaslu HSS Ajak Mahasiswa Berkontribusi melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI

Kandangan, 15 Juli 2026 – Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengajak kalangan akademisi untuk mengambil peran dalam penguatan demokrasi melalui Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama jajaran IAI Darul Ulum Kandangan sebagai bagian dari sosialisasi kompetisi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia.

 

Audiensi yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di IAI Darul Ulum Kandangan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Kamaludin, S.H.I., bersama jajaran staf Bawaslu HSS. Rombongan diterima oleh Akhmad Zaki Yamani, S.H.I., M.H., selaku Sekretaris IAI Darul Ulum Kandangan beserta jajaran staf.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu HSS menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema "Penguatan Lembaga Bawaslu dalam Penegakan Hukum Pemilu." Kompetisi ini merupakan salah satu upaya Bawaslu RI untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kepemiluan dan penegakan hukum pemilu, sekaligus mendorong lahirnya diskursus akademik yang mampu memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

 

Berdasarkan pedoman penyelenggaraan, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu argumentasi, tetapi juga dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi berbasis hukum dan data, serta menawarkan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi penguatan penegakan hukum pemilu. Bawaslu memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menghadirkan pemikiran-pemikiran baru yang objektif dan aplikatif bagi pengembangan sistem kepemiluan di Indonesia.

 

Pada audiensi tersebut, Bawaslu HSS turut menyerahkan informasi mengenai petunjuk teknis dan mekanisme pendaftaran kepada pihak kampus agar dapat diteruskan kepada mahasiswa yang berminat mengikuti kompetisi. Pendaftaran dibuka pada 15–24 Juli 2026 secara daring dengan mengunggah dokumen persyaratan sesuai ketentuan panitia. Informasi pedoman kompetisi dapat diakses melalui [tautan pedoman Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI]

 

Selain memperebutkan piala bergilir, trofi, sertifikat penghargaan, dan total uang pembinaan puluhan juta rupiah, kompetisi ini diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis hukum sekaligus memperkuat kepedulian terhadap penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.

 

> "Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas akademiknya sekaligus berkontribusi melalui gagasan yang dapat memperkuat penegakan hukum pemilu. Kami berharap mahasiswa IAI Darul Ulum Kandangan dapat memanfaatkan kesempatan ini dan menjadi bagian dari lahirnya pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi penguatan demokrasi di Indonesia."

— Kamaludin, S.H.I., Anggota Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa

 

Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap semakin banyak mahasiswa di daerah yang berpartisipasi dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan kalangan akademisi dalam membangun budaya demokrasi, meningkatkan literasi kepemiluan, serta menghadirkan rekomendasi yang mendukung penegakan hukum pemilu yang semakin berintegritas.