Peringati Harkitnas Ke-118, Bawaslu HSS Teguhkan Semangat Menjaga Demokrasi di Era Digital
|
Perubahan tantangan bangsa dari persoalan fisik menuju kedaulatan informasi menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lingkungan Bawaslu Hulu Sungai Selatan, Rabu (20/5/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas demokrasi juga berarti menjaga ruang digital tetap sehat dan bertanggung jawab.
Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melaksanakan Upacara Peringatan Ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di halaman Kantor Bawaslu HSS, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran Bawaslu HSS serta dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu HSS.
Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Ke-118 Hari Kebangkitan Nasional di Lingkungan Bawaslu.
Dalam upacara tersebut, Ketua Bawaslu HSS membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang semakin dekat dengan arus informasi digital, termasuk dalam kehidupan demokrasi. Ruang digital yang tidak sehat berpotensi memengaruhi kualitas informasi publik dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kehidupan demokrasi yang adil dan bertanggung jawab.
Melalui momentum Harkitnas, semangat kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908, tetapi juga sebagai ajakan memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital juga ditegaskan pentingnya menjaga generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Pemerintah disebut terus mendorong penguatan pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga perlindungan anak di ruang digital melalui kebijakan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Ketua Bawaslu HSS melalui pembacaan sambutan tersebut turut menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui kesadaran bersama dalam menjaga ruang publik yang sehat, termasuk ruang demokrasi.
“Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” demikian kutipan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Peringatan Harkitnas ke-118 di lingkungan Bawaslu HSS menjadi momentum refleksi bahwa menjaga demokrasi tidak hanya dilakukan pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui upaya bersama membangun kesadaran, integritas, dan tanggung jawab di tengah perkembangan era digital.